Boneka Raksasa “Ondel-Ondel” Tradisi Masyarakat Jakarta

0
1507

“Ondel-ondel, Seni boneka raksasa yang masih bertahan di era modernisasi yang cukup deras dan menjadi penghias wajah kota metropolitan Jakarta”

Ondel-ondel adalah bentuk pertunjukan rakyat Betawi yang sering ditampilkan dalam pesta-pesta rakyat untuk penyambutan tamu terhormat, peresmian gedung yang baru selesai dibangun, acara pernikahan, vestival seni dan budaya serta acara-acara pertunjukan lainnya
Semula ondel-ondel tercipta karena sebuah keyakinan bahwa ondel-ondel tersebut memerankan leluhur nenek moyang atau tokoh yang dihormati untuk senantiasa menjaga anak cucunya atau penduduk suatu desa dan berfungsi sebagai penolak bala, penyakit atau gangguan roh halus yang gentayangan serta ondel-ondel ini dilambangkan sebagai dewa-dewa penyelamat sehingga Ondel-ondel pun awalnya kental dengan sisi magis dimana tidak terlepas dari sesajen berupa rokok, kopi, air kelapa, atau pun telur ayam kampung sebagai sesaji kepada leluhur. Cara memberi sesajen kepada ondel-ondel adalah dengan menaruhkannya dalam kerangka tubuh ondel-ondel.
Namun, saat ini ondel-ondel lebih berfungsi media hiburan, seperti pada pesta panen, penyambutan tamu, atau pesta khitanan sehingga pada saat ini masyarakat Betawi lebih memanfaatkan ondel-ondel sebagai perangkat seni dan budaya untuk menyemarakkan pesta atau untuk acara peresmian khusus, meskipun tidak sama dengan tujuan awal tapi Setidaknya beragam kegiatan itu setidaknya telah berjasa mempertahankan tradisi unik masyarakat Betawi di tengah deru modernitas kota metropolitan Jakata, sehingga lambat laun ondel-ondel ini lebih digunakan untuk menambah semarak pesta- pesta rakyat atau pertunjukan seni dan Budaya.

Ondel-Ondel di Museum Fatahila

Ondel-ondel sekilas terlihat seperti boneka raksasa atau sepintas mirip dengan manekin, hanya saja dalam versi tradisionalnya. Ondel-ondel dibuat dengan membentuk kerangkanya dari anyaman bambu yang dibentuk sedemikian rupa sehingga memiliki bobot yang tidak terlalu berat sehingga dapat bergerak dengan lincah menari dan berputar-putar serta memudahkan  untuk dipikul dari dalamnya dikarenakan boneka ini mempunyai rongga didalamnya sebagai tempat orang yang mengendalikan ondel-ondel tersebut dan pengendali ondel-ondel ini berjalan, menari dan berputar-putar di iringi musik khas betawi
Bagian wajah Ondel- ondel berupa topeng dengan rambut kepala yang terbuat dari ijuk atau lidih yang di hias dengan kertas berwarna dan juga bisa digantikan dengan bambu yang diserut sampi tipis menyerupai lidi. Untuk wajah Ondel-ondel laki-laki biasanya dicat dengan warna merah tebal sedangkan yang perempuan dicat menggunakan warna putih dengan polesan di wajah yang terlihat tebal juga serta direkatkan pula beragam ornamen di kepala Ondel-ondel sehingga terlihat lebih semarak. Bagian badan ondel-ondel dari bilah-bilah dan anyaman bambu dan diberi pakaian dengan manik-manik sebagai hiasan.
Ondel-ondel ditampilkan berpasangan laki-laki dan perempuan yang diibaratkan seperti suami istri. Ondel-ondel laki-laki dengan wajah merah diberi kumis melintang, jenggot, alis tebal, jambang dan kadang dibuatkan caling. Sementara itu, ondel-ondel perempuan dengan wajah putih atau kuning diberi rias gincu, bulu mata lentik, dan alis lancip. Kadang-kadang dibuatkan tai lalat dan terkadang pasangan ondel-ondel suami istri juga tampil dengan ondel-ondel anak-anak.
Ondel-ondel selalu berjalan denga iringan Musik khas Betawi yang selalu menyertai ondel-ondel ketika mereka tampil dalam sebuah parade. iringan musik khas Betawi yang mengiringi ondel-ondel memiliki jenis musik yang berbeda-beda diantaranya yaitu musik tehyan. Jenis musik tradisional ini mendapatkan pengaruh dari China. Kadang-kadang, sekelompok orang bermain tanjidor, yaitu alat musik yang berasal dari istilah Portugis untuk sekelompok orang yang bermain musik, tangedores. Ada juga ondel-ondel yang menggunakan musik gendang pencak Betawi, musik ningnong, gambang kromong, dan rebana ketimprung.
 Ondel-ondel, Ya, Inilah salah satu pertunjukan seni budaya Betawi yang dapat dilihat di Jakarta. serta  merupakan pertunjukan khas masyarakat Betawi yang sering tampil dalam berbagai perayaan seperti pesta panen, penyambutan tamu, serta berbagai perayaan resmi lainnya serta Arak-arakan dalam acara vestival ataupun pertunjukan seni sehingga menjadi penghias wajah ibu kota Jakarta.
Sepertinya lambat laun, ondel-ondel akan beralih panggung, dari acara arak-arakan vestival menjadi arak-arakan perkelompok dengan tujuan tak ubahnya pengamen jalanan, tapi tetap sebagai pertunjukan yang menghiasi wajah ibu kota Jakarta.
rasa miris dan harapan positif selalu timbul dan tenggelam, miris karena kesenian tradisional menjadi tak ubahnya pertunjukan kelas renda dan harapan positif, semoga dengan banyaknya arak-arakan ondel-ondel yang tidak termasuk dalam kategori festival maupun perayaan, setidaknya arak-arakan ondel ondel tersebut menjadi mempunyai perannya waktu awal, yaitu sebagai  penjaga anak cucu dan penduduknya serta berfungsi sebagai penolak bala, penyakit atau gangguan roh halus sehingga anak cucu, penduduk serta orang-orang yang berada di Jakarta terbebas dari bala kemiskinan, penyakit sosial dan gangguan roh halus berupa hawa nafsu setan (amiin)

LEAVE A REPLY