Karya dan Cipta Pariwisata

0
504

Sore itu Bedul dan Panjul lagi cari suasana lain dengan membawa matras campingnya di sebelah Sungai Brantas Mojokerto Jawa Timur. Ditemani kopi yang cukup untuk dua orang dan beberapa makanan kecil, Bedul dan  Panjul bersantai santai di bawah pohon Kersen (keres, talok, cery jawa, Muntingia calabura L.) yang rindang sambil melihat hamparan Kali Brantas yang luas yang menyimpan beribu cerita Budaya, Sejarah dan harta benda yang hanyut didalamnya.

“Dul, kalo nyantai-nyantai gini sambil ngelamun-ngelamun enak juga yaa”

“Ya pasti toh Njul, lahwong cuman nyantai sama ngelamu ya pasti enak” jawab Bedul

“Tapikan nyantai-nyantainya aku sama ngelamunku beda sama kamu Dul”

“Ya tapi tetep judulnya juga santai dan ngelamun”

“Judul boleh sama tapi isinyakan beda Dul, judulnya sama-sama ngelamun tapi isinyakan bisa jorok, mesum, positif, negatif dan lain-lain Dul”

“Iyaa, emang kamu lagi ngelamun apa sih Njul kok serius banget?”

“Aku hanya melamunkan bait-bait kalimat motivasi yang membakar jiwaku yang membuat aku ingin bangkit dan berkarya”

“Halah tai kucing gombalmukiyo kaya asu minggat bahasamu, terlalu berlebihan kamu mengungkapkan lamunanmu, udah sampaikan secara sederhana saja, biar otakku gak bingngung” jawab Bedul sambil mulutnya melahap makan makan kecil yang dibawanya

“Hahahahaha, sorry mai pren, aku lupa kalo kapasitas otakmu kecil seperti lalat jadi gak muat kalo aku mengungkapkan kata-kata yang terlalu berbobot” jawab Panjul sambil cengar-cengir

“Dasar kodok bunting, udah cepet kasih tau aq, jangan bikin penasaran, apasih lamunan bait-bait kalimat yang ada di otak jongkokmu itu?”

“Gini Bedul semprul my pren, ¬†Orang hebat berbicara dengan kata-kata, Orang yang sangat hebat berbicara dengan karya, jadi aku itu mendambakan sebuah organisasi atau kegiatan yang bertema Karya dan Cipta Pariwisata yang terjun dan berkarya untuk Negri tercinta ini, karya di dunia pariwisata dan Menciptakan lapangan ekonomi kreatif didalam dunia pariwisata, karena aku lihat-lihat dan aku pikir-pikir ternyata banyak tempat-tempat indah yang belum terjamah oleh sektor pariwisata atau tempat-tempat yang bisa dioptimalkan menjadi tempat pariwisata atau setidaknya tempat yang menghibur dan positif”

“Contohnya Njul, tempat-tempat yang belum terjamah oleh sektor pariwisata atau yang bisa dioptimalkan menjadi tempat yang menghibur?” tanya Bedul sedikit serius sambil menyeruput kopi hitam yang dibawanya dari rumah

.”Contohnya ya seperti Kali Brantas ini Dul, coba kalo jembatan Gajah Mada sama jembatan Padangan itu kalo malam dikasih lampu yang agak indah seperti jembatan Ampera di Palembang dan tanggul-tanggul sungai dibersihin dari rumput dan ilalang yang setinggi pohon pisang itu serta dikasih penerangan yang cukup apalagi lebar tanggulnya juga sudah melebihi lapangan bola dan bisa menampung ribuan warga, pasti akan menjadi tempat yang menghibur, syukur syukur kalo ada pertunjukan-pertunjukan seni dari warga sekitarnya seperti musik keroncong, karawitan (musik), ludruk (drama panggung) atau jaran kepang (atraksi) pasti suasananya akan lebih ramai dan kalau ramai pasti banyak penjual gorenga, makanan kecil, minuman ringan, pasar malam dan lain-lain yang pastinya akan membuka peluang usaha bagi masyarakat.

“Yaaaa mungkin ide kamu gak realistis atau terlalu sederhana Njul”

“Coba Dul kalo gak realistis, Sungai Kapuas yang ada di Kalimantan, kurang lebih ya seperti Kali Brantas ini, hanya bedanya di sepanjang pesisir sungai dioptimalisasikan dengan cara dibuat tempat-tempat yang aman dan nyaman, sehingga muncullah rumah-rumah makan dan cafe-cafe terapung dengan masakan khasnya. dan kalo terlalu sederhana ya wajar karena baru memulai, coba lihat Goa Akbar di Tuban yang dahulunya orang tidak tauh kalo bisa menjadi daya tarik wisata sehingga dibiarkan dan bahkan ada yang menjadikan tempat buangan sampah, dan setelah di optimalkan dengan memberisikan goanya maka sekarang menjadi tempat pariwisata yang ramai sekali sehingga menumbuhkan ekonomi masyarakat sekitarnya, lah jauh-jauh mikir Goa Akbar lah, Sungai kapuas lah, itu loh Lumpur lapindo yang seperti itu sekarang sudah jadi tempat wisata. Begitu juga dengan Kali Brantas meskipun pada mulanya sangat sederhana sekali, pengembangan kedepannya bisa disesuaikan dengan adanya bazar, kios-kios kerajinan patung dari daerah trowulan atau produk rumahan seperti sepatu dan sandal yang diproduksi dari daerah kedungkwali yang masih daerah sekitarnya atau mungkin juga bisa dibuatkan restoran terapung dan taman air. intinya sih dari organisasi atau kegiatan ini untuk mencobah membuka lapangan pekerjaan dengan menumbuhkan sektor wisata serta membuka dan mengembangkan potensi pariwisata Indonesia untuk masyarakat”

“Ohh jadi itu toh tujuan dari Karya dan Cipta Pariwisatamu itu. kalo menurutku terlalu muluk-muluk Njul, mending kamu nyemplung ke Kali Brantas sambil main catur sama ikan-ikan yang ada disitu, itu lebih mudah dan bisa langsung dikerjakan saat ini menurutku” celetuk Bedul dengan santainya.

“Wah dasar semprul kamu, ini aku serius”

“Yah aku juga serius Njul, coba bayangin, semua kegiatan pasti butuh danakan? entah itu buat beli lampu penerangan, mbersihin tempat dan merawat tempatnya, lah kira-kira itu semua dapat dari mana?”

“Dana bisa dari subsidi pemerintah, atau kita menggandeng investor dengan perjanjian yang pro masyarakat kecil, dari sponsor juga bisa atau memberi dorongan atau menggerakkan masyarakat sekitarnya untuk mengelolah kawasan yang berpotensi, karena kalo tempatnya ramai pasti akan memberikan pemasukan entah itu dari lahan parkiran, restribusi masuk area atau biaya sewa lahan yang dipergunakan sebagai usaha. Sebenarnya ada banyak gagasan yang berderet dalam lamunan dan kerangka imajenasiku yang mungkin tidak semua dapat aku sampaikan, tapi itu cukup menjadi motivasi dan keinginan yang terpendam.

“Tetep Panjulku yang edan, semua yang kamu sampaikan ke Bedul cah bagus pinter seperti aku ini adalah hal yang terlalu berlebihan, tapi ya gak papa toh namanya juga ngelamun”

“Kok berlebihan dan terlalu muluk-muluk kenapa Dul?”tanya Panjul heran

“Cobak sebelum kamu menggalang dana atau tenaga untuk kegiatan ini atau mau menggerakkan masyarakat demi Karya dan Cipta Pariwisatamu, kamu coba dulu untuk menggalang dana atau menggerakkan kakimu untuk beliin aku rujak cingurnya Bu Carik yang enak banget itu Njul, kalo dari yang kecil dan sederhana ini kamu bisa, aku yakin rencana besarmupun pasti bisa, tapi kalo dari yang sederhana seperti ini kamu gak bisa,` gimana dengan rencana yang besar?”(NGAMBANG)

LEAVE A REPLY